REMOTE
SERVER
Lab 3.2
SERVER SSH
Apa kabar ???, oke kali ini saya akan membahas tentang Meremote Server menggunakan SSH, oke
sebelum memulai konfigurasinya saya akan memberitahu sedikit penjelasan tentang
SSH.
SSH adalah
aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh
lebih aman. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara
remote. Sama seperti telnet,SSH Client menyediakan User dengan Shell untuk remote ke nesin.
Topology
Ket:
Disini saya menggunakan 1 server dan 2 Client
Server : menggunakan ip addr 20.20.20.20/24
Client 1 : menggunakan ip Address 20.20.20.21/24
Client 2 :menggunakan ip address 20.20.20.22/24
Konfigurasi Server
Lankah pertama install Server SSH , sebenarnya Secara default server SSH sudah terinstall pada centos 7 ,jadi kita tidak perlu lagi menginstall server SSH.
jika belum terinstall anda bisa menginstallnya dengan dengan menggunakan perintah
yum install openssh-server -y
Lankah pertama install Server SSH , sebenarnya Secara default server SSH sudah terinstall pada centos 7 ,jadi kita tidak perlu lagi menginstall server SSH.
jika belum terinstall anda bisa menginstallnya dengan dengan menggunakan perintah
yum install openssh-server -y
Jika ingin melihat versi ssh bisa menggunakan perintah ssh -v
Konfigurasi Client 1 (Windows)
Jika sudah selesai konfigurasi server , sekarang kitah berahli ke Client 1
untuk Client yang menggunakan windows kita membutuhkan aplikasi putty , jika anda belum punya putty , anda bisa mendownload di http://www.putty.org/
Jika sudah di download jalankan putty ,
lalu isi di bagian host name (or Ip address): ip address server, jika sudah klik open
Selanjutnya masek sebagai root dengan password yang di gunakan ketika login di server , jika kita measukan passwordnya benar maka kita akan masuk ke dalam system server yang telah di buat . Jika sudah selesai konfigurasi server , sekarang kitah berahli ke Client 1
untuk Client yang menggunakan windows kita membutuhkan aplikasi putty , jika anda belum punya putty , anda bisa mendownload di http://www.putty.org/
Jika sudah di download jalankan putty ,
lalu isi di bagian host name (or Ip address): ip address server, jika sudah klik open
Konfigurasi Client 2 (Centos)
Client 1 sudah berhasil meremote server , sekarang kita ke Client 2
untuk Client 2 karena menggunkan Centos 7 secara default sudah terdapat ssh client , hal itu juga kita bisa lihat dengan menggunakan perintah rpm -qa |greap ssh
maka akan terlihat paket openssh-clients-6.4pl-8.el7.x86_64
jika paket tersebut belum terinstall maka kita bisa menginstall dengan menggunakan perintah yum install openssh-server -y
Setelah itu meremote server dengan menggunakan perintah ssh root@ip address server atau ssh -1 root ip address server Client 1 sudah berhasil meremote server , sekarang kita ke Client 2
untuk Client 2 karena menggunkan Centos 7 secara default sudah terdapat ssh client , hal itu juga kita bisa lihat dengan menggunakan perintah rpm -qa |greap ssh
maka akan terlihat paket openssh-clients-6.4pl-8.el7.x86_64
jika paket tersebut belum terinstall maka kita bisa menginstall dengan menggunakan perintah yum install openssh-server -y
Maka hasilnya seperti berikut
Pembuktian bahwa SSH lebih Secure
Untuk membutikannya pertama klik kanan jalur server ke client disini saya menggunakan jalur client 2 ,lalu klik start capture
Jika kita melakukan capture ketika melakukan remote menggunakan SSH maka yang di dapat hasilnya adalah sebagai berikut :Untuk membutikannya pertama klik kanan jalur server ke client disini saya menggunakan jalur client 2 ,lalu klik start capture
Terlihat bahwa hasil capture menggunakan wirshark tidak mampu melihat hasil yang di ketikkan oleh client hal ini di karenakan ketika paket data yang berupa remote akan di enkripsi oleh SSH sehingga tidak akan bisa di lihat jika menggunakan aplikasi wireshark .
Hal tersebut menjadi keunggulan SSH dari Telnet yang di kirimnya tidak menggunakan enkripsi karena datanya masi berupa cleartext
Hal tersebut menjadi keunggulan SSH dari Telnet yang di kirimnya tidak menggunakan enkripsi karena datanya masi berupa cleartext
Disable rootaccess dan limit user access
dengan menonaktifkan ssh login menggunakan root dan hanya memperbolehkan user account yang bisa login akan menambahkan keamanan pada server yang telah kita buat
Yang harus dilakukan pertama ialah membuat user dan password bisa dengan menggunakan perintah
adduse (nama user bebas boleh apa saja )
passwd (nama user bebas boleh apa saja )
lalu masukan password (boleh apa aja jangan sampai lupa )
untuk konfigurasinya edit file /etc/ssh/sshs_config dengan menonaktifkan ssh login menggunakan root dan hanya memperbolehkan user account yang bisa login akan menambahkan keamanan pada server yang telah kita buat
Yang harus dilakukan pertama ialah membuat user dan password bisa dengan menggunakan perintah
adduse (nama user bebas boleh apa saja )
passwd (nama user bebas boleh apa saja )
lalu masukan password (boleh apa aja jangan sampai lupa )
buka file tersebut bisa menggunakan perintah yang ada di bawah ini
Setelah terbuka , kemudian cari script #PermiteRootLogin yes lalu ubah menjadi #PermiteRootLogin no , dan di bawah script tersebut tambahkan AllowUser (nama user yang tad di buat )untuk user yang di perbolehkan login menggunakan ssh
Setelah itu restart ssh dengan menggunakan perintah syatemctl restart sshd
Verifikasi Client (Client 1 (Windows) )
setelah ssh server di restart, selanjutnya melakukan login menggunakan root pada putty, maka hasilnya kita tidak akan bisa login mengguanakan user root walaupun password yang kita gunakan sudah benar
Verifikasi Client (Client 2 (Centos) )
setelah ssh server di restart, selanjutnya melakukan login menggunakan root pada client 2, dengan mengguankan perintah ssh root@(ip address server) maka hasilnya kita tidak akan bisa login mengguanakan user root walaupun password yang kita gunakan sudah benar
Kemudian kita coba login menggunakan user dan password yang tadi kita buat , dengan menggunakan perintah ssh (nama user yang tadi di buat )@(ip address server )setelah ssh server di restart, selanjutnya melakukan login menggunakan root pada client 2, dengan mengguankan perintah ssh root@(ip address server) maka hasilnya kita tidak akan bisa login mengguanakan user root walaupun password yang kita gunakan sudah benar
maka hasil outputnya kita akan bisa login masuk kedalam server dengan user yang tadi kita buat
Selanjutnya kita akan mencoba melakukan tes dengan menambahkan user baru ,setelah itu login menggunaakn user yang baru
pertama buat user yang baru ,cara seperti yang di atas
Lalu login menggunakan user yang baru , dengan menggunakan perintah ssh (nama user yang baru )@(ip address server )
Maka hasilnya kita tidak akan bisa login mengguanakn user yang baru walaupun sudah menggunakan password yang benar , dikarenakan user yang baru kita buat belum kita daftarkan ke dalam AllowUser
Langkah Langkah Mengganti port SSH
Selain membuat security menggunakan disable root access dan limit user access kita , juga bisa membuat secrutiy dengan mengganti port default ssh yaitu 22
untuk konfigurasinya edit file /etc/ssh/sshs_config
buka file tersebut bisa menggunakan perintah yang ada di bawah ini
Setelah terbuka , kemudian cari script #port 22, lalu hapus tanda pagarnya , kemudian ubah port default menjadi yang anda inginkan contohnya port 222 Selain membuat security menggunakan disable root access dan limit user access kita , juga bisa membuat secrutiy dengan mengganti port default ssh yaitu 22
untuk konfigurasinya edit file /etc/ssh/sshs_config
buka file tersebut bisa menggunakan perintah yang ada di bawah ini
Selanjutnya kita harus mendaftarkan port yang baru kita buat ke dalam sistem selinux pada centos dengan menggunakan perintah semanage ,
akan tetapi perintah tersebut belum bisa kita gunakan , di karenakan defaultnya belum terinstall
untuk menginstallnya kita bisa menggunkan perintah yum install policycoreutils-python -y
Tunggu hingga proses installasi selesai maka akan ada tulisan Complate!
Jika sudah menginstallnya , baru kita daftarkan port ssh yang baru kita buat ke dalam sistem selinux centos dengan menggunakan perintah semanage port -a -t ssh_port_t -p tcp (port yang baru )
Kemudian daftarkan port ssh yang baru kedalam firewall ,dengan menggunakan perintah firewall-cmd --permanent --add-port=(port yg baru)/tcp ,jika berhasil di daftartkan maka akan ada tulisan success
Jika port sudah di daftarkan ke dalam sistem selinux dan firewall , selanjutnya kita restart sshd dengan menggunakan perintah systemctl restart sshd
Jika kita ingin melakukan cek apahkah port sudah berubah atau belum , bisa menggunakan perintah ss -tnlp | grep ssh
Setelah itu kita cek pada Client 2 dengan perintah remote , yaitu ssh tkjfitri1@20.20.20.20 -p 222
maka hasilnya seperti di bawah ini
Setelah itu kita cek pada client 1
buka putty
isi host name dengan ip address server
ubah port menjadi port yang baru saja kita buat yaitu 222
kemudian klik open
Selanjutnya login menggunakan user tkjfitri
Langkah Langkah Login Banner SSH
Kebanyakan sysadmin merepkan login banner di server mereka tujuannya adalah untuk menunjukan beberapa pesan atau peringatan ketrika sesi ssh terhubung dan sebelum masuk ke sistem server .Pesan yang di tampilkan di banner linux di dedikasikan oleh sysadmin untuk penyusup yang ingin memulai serangan brute force pada server sehingga penyusup akan kesulitan untuk mengetahui sandi atau password paad server yang menjadi target
untuk membuat banner ssh kiata harus membuat file mybanner
buka file mybanner
Jika sudah terbuka ,kemudian masukan kata kata yang ingin di munculkan dalam banner kitaKebanyakan sysadmin merepkan login banner di server mereka tujuannya adalah untuk menunjukan beberapa pesan atau peringatan ketrika sesi ssh terhubung dan sebelum masuk ke sistem server .Pesan yang di tampilkan di banner linux di dedikasikan oleh sysadmin untuk penyusup yang ingin memulai serangan brute force pada server sehingga penyusup akan kesulitan untuk mengetahui sandi atau password paad server yang menjadi target
untuk membuat banner ssh kiata harus membuat file mybanner
buka file mybanner
Setelah itu edit file sshd_config
buka file sshd_config
Kemudian pada bagian #Banner none tambahkan script berikut
Jika sudah , selanjutnya restart sshd
Jika sudah merestartnya kita bisa melakukan percobaan di client
maka hasilnya ketika remote pada client 2
Dan kita juga bisa melakukan percobaan di Client 1 dengan menggunakan putty
SSH Password login menggunakan SSH Keygen di Server
Selain mengganti port untuk sistem keamanan , kita bisa menggunakan SSH Keygen yang di guankan untuk meningkatkan kepercayaan antara 2 server linux untuk melakukan singkronisasi atau transfer secara mudah
pertama kita harus membuat Aunthentication SSH-Keygen dengan menggunakan perintah "ssh-keygen -t rsa"
Kemudian kita akan meremote server-ssh dengan user tkjfitri untuk membuat directory ssh dengan menggunakan perintah berikut pertama kita harus membuat Aunthentication SSH-Keygen dengan menggunakan perintah "ssh-keygen -t rsa"
Setelah ini kita akan mengupload file generated public key yang akan kita buat, sebelumnya ke server-ssh menggunakan user tkjfitri ke dalam directory .ssh dengan naman file authorized_keys
Setelah itu beri hak akses untuk directory .ssh dengan file authorized_keys
Setelah itu kita edit file sshd_config
Kemudian jiga sudah terbuka , maka cari script seperti di bawah ini, lalu pada bagian PubkeyAuthentication yes , tambah kan # (tanda pagar ) pada bagian depan , agar user yang tidak memiliki public key yang ada di server tidak dapat masuk
Selanjutnya cari script seperti di bawah ini , lalu ubah pada bagian PasswordAunthentication yes menjadi PasswordAunthentication no
Jika sudah , selanjutnya restart sshd
SSH Password login menggunakan SSH Keygen di Client
Download dan Jalankan PuTTYGen
Download dan Jalankan PuTTYGen
PuTTYgen bisa di download dari link berikut. Setelah selesai di download, double click
PuTTYgen untuk mejalankannya.
Key Type
Untuk Key Type pilih
SSH2-RSA yang menjadi standar umum yang banyak digunakan.
Number of bits in a generated key
Number of bits in a
generated key adalah tingkat bit yang dihasilkan untuk mengenkripsi Keys /
Kunci kita. Semakin tinggi angka ini maka, semakin tinggi pula tingkat
kesulitan untuk men-crack key tersebut. Angka default pada PuTTYgen adalan
2048. Kita bisa merubahnya sesuai angka yang kita kehendaki. Tapi ingat juga
bahwa semakin besar angka tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk men-generate keys
tersebut akan semakin lama.
Generate Keys
Setelah semua parameternya selesai diset, tekan tombol Generate untuk memulai proses pembuatan keys. Pada
proses ini, kita akan diminta untuk menggerakkan kursor pada area yang de
tengah PuTTYgen. Hal ini merupakan metode untuk menciptakan keunikan /
randomisasi dari pebuatan keys.
Terus gerakkan
kursor, sampai progress bar-nya berhenti. Setelah selesai, maka Public dan
Private keys kita sudah selesai.
Sebelum meng-eksport data kita
bisa mengisi beberapa kolom keterangan tambahan. Kolom ini bersifat optional
dan tidak harus dirubah / dilakukan.
a. Key comment :
berisi komen yang akan memudahkan kita mengidentifikasi keys tersebut. Hal ini
berguna, jika kita memiliki banyak SSH Keys yang harus diatur.
b. Key passphrase & Confirm key passphrase : jika kita menginginkan keamanan
tambahan, isi kolom ini. Kolom ini berguna untuk mengunci private keys kita.
Jadi, ketika kita menggunakan SSH Keys, keamanan kita akan di confirm dengan
menggunakan password untuk membuka private keys tesebut.
Export Keys
Public Keys : Untuk mengeksport Public Keys
kita bisa menekan tombol Save
Public Keys. Sayangnya PuTTYgen memiliki metode yang sedikit
berbeda untuk exporting Public Keys ini. Hal ini kadang membuat public keys
tidak bisa digunakan / error ketika digunakan dengan protokol OpenSSH standard.
Untuk mengatasi nya kita bisa menyimpan secara manual Public Keys yang sudah di
generate di Key Field PuTTYgen.
Private Keys : Untuk menyimpan Private Keys, klik Save Private Keys. Rename nama file nya sesuai keinginan kamu, kemudian tekan Save.
dan ini adalah file private keys dan public keys
Cukup
block kode pada kolom seperti diatas, copy lalu paste-kan kode tersebut kedalam
Notepad atau Notepad++ dan save untuk menyimpan.
Setelah SSH keys kita sudah terbuat , langkah selanjutnya adalah mengupload Public keys kita kedalam server .
buka putty untuk meremote server , lalu buat folder SSh keys untuk meletakan Public keys kita kedalam SSH
Kemudian buat file yang bernama "authorized_keys" . File ini merupakan file standard yang di gunakan untuk memanggil Public Keys
Setelah
file dan folder terbuat. Sekarang kita akan memasukkan kode Public Key kita
kedalam file “authorized_keys”. Buka file
tersebut menggunakan nano. Apabila belum terinstall, bisa di install
menggunakan perintah : "apt-get install nano "
Sekarang
kita copy – paste kan kode Public Keys yang kita simpan menggunakan Notepad
atau Notepad++ diatas kedalam file authorized_keys di dalam terminal.
Selanjutnya kita cek kembali apahkah ssh keys terjadi error atau tidak , jika tidak kita bisa keluar dari terminal tersebut dengan menggunkan perintah "exit "
kemudian jalankan kembali putty untuk melakukan percobaan
buka catagory SSH >> Auth >> lalu pada bagian private key masukan file private key yang tadi kita simpan , dengan cara klik browser >> lalu cari letak file private key
Setelah itu masuk kedalam category Session >> lalu pada bagian Hostname isi dengan ip address server , dan pada bagian port isi dengan port yang di gunakan oleh server , pada bagian connection type pilih ssh , jika sudah klik open
Dan Hasilnya akan seperti gambar di bawah ini
Semoga Berhasil *_*











































0 komentar:
Posting Komentar