KONFIGURASI DHCP SERVER DAN SECURITY ARP
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client.
Selain IP Address, DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmask, Default gateway, Konfigurasi DNS dan NTP Server serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP client bisa support).
Mikrotik dapat digunakan sebagai DHCP Server maupun DHCP Client atau keduanya secara bersamaan. Sebagai contoh, misalnya kita berlangganan internet dari ISP A. ISP A tidak memberikan informasi IP statik yang harus dipasang pada perangkat kita, melainkan akan memberikan IP secara otomatis melalui proses DHCP.
Buat ip seperti di bawah ini
Konfigurasi DNS.
Klik IP – DNS. Isi Servers dengan IP 172.16.2 1 dan 8.8.8.8
Setting NAT.
Klik menu IP – Firewall – NAT kemudian tekan tombol + untuk menambah aturan NAT baru. Pilih “srcnat” di bagian Chain dan pilih “ether 1” di bagian Out Interface.
Selanjutnya di tab Action, pilih “masquerade” dan klik OK.
Dan berhasil dibuat

Konfigurasi Gateway.
Klik menu IP – Routes. Kemudian klik tombol + untuk menambahkan routing baru.
Pastikan Dst. Address terisi “0.0.0.0/0” dan isikan Gateway dengan “172.16.2.1”. Klik tombol OK untuk menerapkan konfigurasi. Sampai sini sebenarnya router sudah terkoneksi ke internet, tetapi hanya bisa berkomunikasi melalui IP Address. Untuk dapat berkomunikasi menggunakan nama domain, maka setting DNS di router harus diaktifkan.
Dan itu berhasil dibuat
Ping google.com
Konfigurasi DHCP Server
dapat dilakukan pada menu IP -> DHCP Server -> Klik DHCP Setup
Dengan menekan tombol DHCP Setup, wizard DHCP akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya.
Langkah pertam, kita diminta untuk menentukan di interface mana DHCP Server akan aktif. Pada kasus ini DHCP Server diaktifkan pada ether2 . Selanjutnya Klik Next
pada langkah kedua, penentuan DHCP Address Space akan otomatis mengambil segment IP yang sama. Jika interface sebelumnya belum terdapat IP, bisa ditentukan manual pada langkah ini.
Selanjutnya, kita diminta menentukan IP Address yang akan digunakan sebagai default-gateway oleh DHCP Client nantinya. Secara otomatis wizard akan menggunakan IP Address yang terpasang pada interface ether2.
Tentukan IP Address yang akan di-distribusikan ke Client. Secara otomatis wizard akan mengisikan host ip pada segment yang telah digunakan. Pada contoh ini, IP 192.168.4.1 tidak masuk dalam Addresses To Give Out, sebab IP tersebut sudah digunakan sebagai gateway dan tidak akan di-distribusikan ke Client.
Kita harus menentukan juga, nantinya DHCP Client akan melakukan rquest DNS ke server mana. Secara otomatis wizard akan mengambil informasi setting DNS yang telah dilakukan pada menu /ip dns . Tetapi bisa juga jika kita ingin menentukan request DNS Client ke server tertentu.
Langkah terakhir kita diminta untuk menentukan Lease-Time, yaitu berapa lama waktu sebuah IP Address akan dipinjamkan ke Client. Untuk menghindari penuh / kehabisan IP, setting Lease-Time jangan terlalu lama,klik next
Akan tertampil pesan yang menyatakan bahwa setting DHCP telah selesai.
Ini Ip Pool
Untuk melakukan percobaan, hubungkan PC1 ke ether2 kemudian ubah pengaturan IP PC pada posisi "obtain an IP address automatically" .
Dan akan mendapatkan ip otomatis
Dan di bawah ini lah hasilnya
STATIC IP Address :
Daftar perangkat yang sudah diberikan IP secara otomatis akan ada pada /ip dhcp-server leases.
Setelahdi mke Static
icon D suda hilang

1. Pertamaaddress ubah ip disini saya mengubah menjadi 20.20.20.10
Pada Client disable enable Ethernet
Kemudian Cek lagi , apahkah kita sudah mendapatkanip dhcp yg baru kita ubah
SECURITY ARP :
Pertama kita klik 2x dhcp ,kalo sudah terbuka beri tanda Ceklis pada "add ARP For Leases" supaya yang terkoneksi dengan Router hanya bisa dengan IP Address yang didapatkan dari DHCP Server.
Buka interface
Lalu kita ubah ARP nya menjadi reply-only pada interface yang telah kita Konfigurasi DHCP Server. Konfigurasi tersebut untuk membuat router hanya mengijinkan interkoneksi client yang mendapatkan IP Address dari proses DHCP. Dan User yang melakukan konfigurasi IP Address secara Static tidak akan bisa terkoneksi dengan Router.
kemudian pada client kita ip static dng 1 network
cek ping ip router
Untuk melakukan percobaan, "obtain an IP address automatically" .
Kemudian cek ping kembali
dan berhasil



























0 komentar:
Posting Komentar